Holiness is something so not popular nowdays even in people who called themself religious.
Kekudusan tidak ada hubungannya dengan apa yang kita lakukan.
Tuhan berkata "kuduslah kamu sebab Aku kudus"
Kita menjadi kudus bukan karena apa yang kita buat, melainkan karena apa yang Tuhan buat bagi kita. Yesus mengorbankan diriNya, "mencuci" kita dengan darahNya sehingga Allah Bapa melihat kita bukan sebagai orang yang berbuat dosa, namun sebagai anakNya karena darah Yesus yang membuat kita kudus.
Tiada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya bagi sahabatnya. Tuhan menyebut kita sahabat.
2 orang yang bersahabat biasanya akan menjadi serupa. Semakin lama kita bergaul dengan sahabat kita, tanpa kita sadari kita akan melihat diri kita semakin serupa dengan sahabat kita.baik cara berkata2, cara bergaul, menyukai apa yang disukai sahabat kita dan membenci apa yang dibenci sahabat kita. Nilai hidup kitapun akan semakin serupa, menghargai apa yang dihargai sahabat kita.
Semakin erat kita bergaul dengan Tuhan yang menyatakan dirinya sebagai sahabat kita dan memberikan nyawanya bagi kita, tanpa kita sadari, semakin kita serupa dengan Dia. Mencintai apa yang Dia cintai, membenci apa yang Dia benci, melihat apa yang Dia lihat, DAN MELAKUKAN APA YANG DIA LAKUKAN. Yup, melakukan apa yang Dia lakukan. Being partner with God.
Menjaga kekudusan bukan tentang tidak melakukan ini dan itu atau melakukan ini dan itu. Kita tidak bisa menjadi kudus dengan menghukum diri kita atau menahan diri kita dari berbuat dosa. Jika demikian, kita akan frustasi karena tidak bisa kita berhenti berbuat dosa dengan kekuatan kita sendiri.
Kita menjaga kekudusan dengan bergaul dengan Tuhan. Dan ketika kita bergaul erat dengan Tuhan, kita akan mulai menjadi seperti Dia,membenci apa yang dia benci, melihat apa yang Dia lihat, mengasihi siapa yang Dia kasihi.
- Posted using BlogPress from my iPad
No comments:
Post a Comment