Tuesday, September 13, 2011

I found this article on sota airport jakarta before heading to singapore for prewed job


Sep-13-10 Ciri Instansi Pemerintah Korup …

widayatwsb

Penilaian bersih atau kotornya sebuah instansi tentunya harus dilakukan melalui sebuah pemeriksaan/penyidikan oleh instansi penegak hukum.

Tapi itu tentunya membutuhkan waktu yang lama dan sudah menjadi pengetahuan umum bahwa masyarakat Indonesia suka dengan sesuatu yang instan dan tergesa-gesa. Oleh karena itu saya akan memberikan tips 10 cara cepat dan mudah mengenal bersih atau tidaknya sebuah instansi dari praktek pungli, kolusi, korupsi dan nepostisme.

Berikut uraiannya.

10 INDIKASI INSTANSI BERSIH/KORUP:

1. Kebiasaan makan para pegawainya

Instansi yang bersih:

Jika makan di warung makan para karyawan akan membayar sendiri-sendiri makanan mereka. Jarang ada acara makan-makan.

Instansi yang korup:

Ada kebiasaan saling traktir antar pegawai. Sering ada acara makan-makan. Uang mudah keluar mudah.

2. Pegawai honorer

Instansi yang bersih:

Biasanya hanya mempekerjakan tenaga honorer di bidang kebersihan dan keamanan saja. Itupun biasanya merupakan tenaga outsourcing.

Instansi yang korup:

Banyak mempekerjakan honorer. Para pegawai honorer ini terdapat di semua seksi yang ada di kantor. Pegawai asli malah lebih banyak menganggur. Pegawai honorer umumnya adalah kerabat dari pegawai dengan harapan kelak akan diangkat sebagai pegawai tetap.

3. Keberadaan orang asing

Instansi yang bersih:

Tidak pernah ada orang-orang asing yang bercokol di kantor ataupun di sekitar kantor.

Instansi yang korup:

Biasanya sering dihuni oleh orang-orang asing/bukan pegawai. Mereka setiap hari bercokol di dalam atau di sekitar kantor tersebut. Biasanya mereka menjadi calo atau makelar penghubung antara orang kantor dengan warga yang membutuhkan layanan.

4. Sikap bawahan terhadap atasan

Instansi yang bersih:

Sikap hormat bawahan terhadap atasan sewajarnya. Begitu juga atasan terhadap bawahan tidak akan terlalu menuntut. Tugas atasan terhadap bawahan akan dianggap sebagai beban. Tidak ada pamrih atau harapan tertentu. Tercipta suasana egaliter.

Instansi yang korup:

Sikap hormat bawahan terhadap atasan berlebihan dan cenderung menjilat. Bawahan disuruh atasan malah senang dan bangga. Merasa jadi orang penting. Ada pamrih mendapatkan sesuatu. Entah jabatan atau materi. Atasan cenderung sangat berkuasa dalam mengatur kantor tanpa ada yang berani melakukan kritik atau protes.

5. Ada Seksi favorit

Instansi yang bersih:

Tidak ada satu bagian kantor yang menjadi favorit dan diincar banyak orang. Semuanya sama saja. Yang membedakan hanya pekerjaannya.

Instansi yang korup:

Ada seksi tertentu yang menjadi incaran banyak orang. Mereka menyebutnya dengan istilah seksi “basah” dan seksi “kering”. Seksi ini menjadi sumber dana bagi semua kegiatan foya-foya kantornya.

6. Target

Instansi yang bersih:

Para pegawainya sangat menyukai target dan pekerjaan yang memerlukan biaya rendah untuk menghindari resiko kesalahan dan beban pekerjaan yang berat.

Instansi yang korup:

Para pegawai mengharapkan target pekerjaan yang tinggi dan berbiaya besar. Karena semakin besar biaya yang terlibat semakin besar peluang korupsinya.

7. Auditor atau Pemeriksa

Instansi yang bersih:

Biasa-biasa saja didatangi tim auditor/pemeriksa baik dari internal maupun eksternal. Temuan dari tim pemeriksa akan direspon sesuai dengan saran pemeriksa. Instansi yang bersih biasanya juga jarang sekali kedatangan tim auditor/pemeriksa. Umumnya pemeriksa yang bersih enggan mengaudit kembali karena jarang menemukan koreksi atau bagi tim auditor yang “nakal” merasa tidak memperoleh “sesuatu”. Instansi yang bersih umumnya berani “nyuekin” tim auditor/pemeriksa.

Instansi yang korup:

Ketakutan menghadapi pemeriksa. Saran dan temuan Pemeriksa akan dihadapi dengan berusaha membayar/menyuap tim auditor agar menutupi atau membelokkan temuan tim auditor/pemeriksa. Tim auditor suka banget mendatangi intansi model begini. Bahkan cenderung menjadi langganan. Karena dengan mudah mereka akan mendapat banyak temuan. Dan bagi tim auditor yang “nakal” mereka akan mudah memperoleh “sesuatu” dalam jumlah besar. Di sini tim auditor akan dilayani bagaikan raja.

8. Wartawan

Instansi yang bersih:

Instansi yang bersih akan menghadapi wartawan dengan sewajarnya. Tidak menutup-nutupi keadaan di kantor. Akibatnya sebuah instansi yang bersih jarang didatangi wartawan. Utamanya wartawan yang “nakal” karena tidak pernah mendapatkan “sesuatu”. Wartawan yang datang biasanya memang serius akan meliput suatu berita atau mencari data yang valid.

Instansi yang korup:

Ketakutan didatangi wartawan. Mereka sebisa mungkin menghindari bertemu wartawan dan menolak wawancara. Instansi seperti ini sering menjadi incaran wartawan. Umumnya adalah wartawan “nakal” yang mengharapkan “sesuatu”.

9. Parsel dan makanan

Instansi yang bersih:

Tidak ada parsel atau makanan kecil yang berlimpah di kantor. Umumnya klien kantor tersebut sudah percaya bahwa ada atau tidak adanya pemberian mereka akan dilayani dengan standar pelayanan yang sama. Jika ada parsel biasanya nilainya kecil dan berasal dari uang kebersamaan di mana pegawai yang berkedudukan lebih tinggi akan dipotong uang kebersamaan lebih besar tetapi parsel yang diterima sama. Intinya ada pengorbanan yang lebih besar dari pegawai yang berpenghasilan lebih besar. Tercipta rasa keadilan.

Instansi yang korup:

Banyak parsel berseliweran di kantor atau rumah pegawainya. Di dalam ruangan kantor juga tersedia makanan kecil yang berlimpah. Ini karena umumnya klien ketakutan pelayanan akan terhambat jika tidak ada pemberian. Terjadi anomali bawahan justru memberikan parsel kepada atasan layaknya upeti. Biasanya nilai parsel signifikan. Asal muasal dana untuk pengadaan parsel tidak jelas.

10. Hubungan antar pegawai.

Instansi yang bersih:

Hubungan antar pegawai harmonis karena tidak ada perasaan sebagai karyawan elit atau karyawan berpenghasilan lebih tinggi. Tidak ada pegawai yang berfungsi sebagai bos. Sangat jarang terjadi perselingkuhan antar pegawai.

Instansi yang korup:

Sering terjadi hubungan yang panas antar pegawai akibat rasa iri dan dengki antar mereka. Penyebabnya adalah adanya perbedaan penghasilan antar pegawai yang berpangkat sama. Selalu ada pegawai yang bersikap dan berfungsi layaknya bos dan tukang traktir karena banyak mendapat penghasilan ilegal. Banyak terjadi perselingkuhan antar pegawai. Uang panas akan membuat pemiliknya suka bermain api.

Itu adalah 10 tips yang dengan kasat mata bisa dilihat oleh orang dalam maupun luar untuk menilai kondisi suatu instansi. Sebenarnya ada juga ciri lain yang lebih spesifik. Tetapi ini umumnya hanya dapat dilihat oleh orang-orang yang terlibat. Seperti mark up harga barang di kuitansi seperti pernah diungkapkan oleh salah seorang perempuan yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil yang mengaku pernah melakukannya di sebuah media.

Tetapi saya pikir cukup dengan 10 tips itu saja Anda akan dengan mudah menilai bahwa sebuah instansi itu bersih dari praktek KKN atau tidak. Cukup salah satunya terdapat di sebuah instansi, maka Anda sudah boleh meragukan integritas instansi yang bersangkutan.

Tetap kecenderungan yang ada adalah apabila satu indikasi ada, maka indikasi-indikasi yang lain akan mengikutinya.


From blog: wonosobokemekelen






- Posted using BlogPress from my iPad

Location:Jalan Raya Bandara,Tangerang,Indonesia

Friday, July 15, 2011

It is happier to give than receive

On the way i drove home i see this old lady in the cempaka putih traffic light want to knocking on my door wishing some coins from this young driver. Yes she's a beggar. As he came closer,I just raise my hand to sign her that I'm not intrested to give her anything. She stand back, the traffic light went green, i drove.

Suddenly, i felt something in my heart and a question fly on my mind :"what the hell is an old lady doing at this hour? Why she begging some quarter at this moment? Nobody wants to do what she did... neither does she... If she do not need the money that urgent, she will not do what she did" and those kind of questions rushing on my mind and made my heart getting more uncomfortable. So i decide to get back to where she was and give her a fifty thousand rupiah from my pocket. Not a small amount, but i feel comfortable while i considering how much i will give her. And, yes, she's very happy. And i feel i'm doin' the right thing. Its true, it is happier to give than receive, like Jesus said.


- Posted using BlogPress from my iPad

Tuesday, July 5, 2011

Procrastination

Gosh, accidentally i closed what I write about procrastination this afternoon without saving. Stupid me...

So, lets start over.

I read about the word procrastination about 2 weeks ago on kaskus. And that word exactly 100% describe me. Ok, first, here's the link to kaskus hot thread about procrastination: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9219213

The time I read about this procrastination,i decide to write it on this blog, but the fact, i did it today,2 weeks later.

Here's the definition according to wikipedia:
In psychology, procrastination refers to the act of replacing high-priority actions with tasks of low-priority, and thus putting off important tasks to a later time. Some psychologists cite such behavior as a mechanism for coping with the anxiety associated with starting or completing any task or decision.[1] Other psychologists indicate that anxiety is just as likely to get people to start working early as late and the focus should be impulsiveness. That is, anxiety will cause people to delay only if they are impulsive.[2]
Schraw, Wadkins, and Olafson have proposed three criteria for a behavior to be classified as procrastination: it must be counterproductive, needless, and delaying.[3] Similarly, Steel (2007) reviews all previous attempts to define procrastination, indicating it is "to voluntarily delay an intended course of action despite expecting to be worse off for the delay."[4]
Procrastination may result in stress, a sense of guilt and crisis, severe loss of personal productivity, as well as social disapproval for not meeting responsibilities or commitments. These feelings combined may promote further procrastination. While it is regarded as normal for people to procrastinate to some degree, it becomes a problem when it impedes normal functioning. Chronic procrastination may be a sign of an underlying psychological disorder.

Now I get a little understanding why i did the same mistake over and over and live a mess life. Since nothing i can found about how to overcome the procrastination habbit in my life, at least I know the thing i have to overcome.


- Posted using BlogPress from my iPad

Saturday, May 28, 2011

Seperate from the world

I just realize the meaning of seperate from the world...
On my way to jpcc i play Tw youth song, actually one of my favorite but i forget the title... As I worship in my heart and enjoying the presence of God, suddenly i realize, i'm not saint, still have some dirty toughts, dirty hands, and sometimes play around sins, no different from the other ordinary guy. No different with all peoples without God in their life. All the different is I have grace & God said that i am separated.
Still in that tought,suddenly i realize, as I worship God, i seperate from the world, being in other dimension. No matter how crowd around you,how dirty you are, you are seperated in His presence,and in the presence of God, He wash away your dirtyness, refocus your blur vision, purify your heart and restore your every condition no matter what who you are today.


- Posted using BlogPress from my iPad

Location:On my way to jpcc

Tuesday, May 17, 2011

Videoshot SOP for warung tekko

Just get back home after one full day videoshot for 2 episodes of warung tekko standart operation procedure for the employe.
With bona doing the script and direct trying, me with dop and editor, and with some friends who have passion in filmmaking, we finish this video (i wish) good.
Well, actually i feel like bona hasn't really understand the job description of a director, but i cannot deny that this man is really really talented man. I have fun to doing some stuf with this guy.
Thank God for today, now is the time for sleep.... Nite all!


- Posted using BlogPress from my iPad

Location:Warung tekko scbd

Wednesday, May 11, 2011

Bring my life back to the creator

I realize this couple last days that i have not take control of my life for such a long time. I have not walk the talk, stop learning about things in life (like used to be), stop asking guide from my beloved saviour, and walk my life flowing the stream where i don't know where would it take me to.

I just have no vision,target, something i really2 have to reach. Something desperately i want. I just forget how to live. Comfortable life & room is killing me.

Lord, i bring my life back to You again, please take over. I know, I cannot lead this life by my own. I need u to lead me to live like a man u want me to be.


- Posted using BlogPress from my iPad

Location:Home, my room in elok.

Sunday, April 17, 2011

Day 1 shot "the raid" as fighter




At the time i want to write this, i cannot do the writing because of my ipad cannot write on the blog website, until i found the application for blogging. So it's kinda expired to write this about over than 3 weeks later.

Anyway, joining the 7days shot of the raid a.k.a serbuan maut is a new experience for me, how i need more passion and patience to make a good movie and good picture. This production somehow increase my expectation for a good action movie.

During the shoting days i made some new friends, and met some friends from the pirate brothers film last year. Well, i haven't post the pirate brothers production.
I consider to make my own action short movie after asking some participation from fellow stuntmen and fighter. Just looking for time to make it happen.

Location:Ctc building, senen, jakarta pusat